Minggu pagi 11 Juni tidak ada yang istimewa, pagi itu sengaja bangun rada siangan karna memang berencana gereja sore saja, tp seperti biasanya giliran pengen bangun siangan dan leha leha justru nih mata udah terang benderang, walau sebenarnya masih keburu ikut kebaktian pagi ntah kenapa aku justru tetap kekeh dgn kesepakatan bahwa akan gereja sore aja.
Letih akibat survey seharian di daerah Jatiluhur kemarin langsung hilang setelah dibawa tidur,dengan kondisi belum mandi dan tidur2an di kamar sambil nonton TV, HP ku bunyi pertanda ada SMS masuk (jarang banget trm SMS dihari minggu) ternyata dari Mbak Irene, ngabarin kl Beliau sedang ada di Jkt, kangen ktnya pengen ketemu, belum sempat kubalas SMS nya, lagi2 aku trm SMS baru, kirain dr Mbak Irene lg, ternyata dr seorang tmn yang mengabari berita duka. Setengah sadar dan nga sadar serta percaya dan tidak, langsung tangisku pecah, pergi sudah orang yang hampir 8 bulan ini ku harap harap akan bertemu, tante Margaret sudah kerumah Bapa di surga.
Bukan tidaknya relaku atas kepergiannya yang membuat airmataku tumpah, adalah kebahagiaanku kalo Beliau sdh tidak perlu lagi menahan serta menangung rasa sakit yang selama ini menderanya. Minggu itu benar2 terjadi, walau sempat terpikir pertemuan yang mungkin bisa terjadi pd ‘pertemanan’ kami adalah dalam moment seperti ini, tetap saja aku seperti terkoyak koyak, Beliau sudah benar-benar pergi, sahabatku sudah pergi untuk selamanya.
Puas tumpahkan rasa sesak aku berjanji tak kan menagis dihadapannya ketika melayat nanti, aku mau tunjukan aku tetap sahabatnya, beliau akan selalu dlm kenanganku, aku tidak boleh sedih, harus rela … Untuk menghilangkan pikiran kenangan bersama Beliau, kuhabiskan hari itu untuk pergi menemui Mbak Irene di pelataran Museum Fatahilla kota, ditemani suaminya Mas Anto dan anaknya Anang. Terakhir bertemu awal Mei lalu saat sesi hunting kotak amal.
Sebelumnya aku beberapakali di Sms Mas Anto or ibunya, kl Mbak Irene sejak bertemu dengan diriku dan melaksanakan ajang pengumpulan dana untuk pengobatannya selalu menangis jika melihat fotoku or teringat diriku, jd nga heran kl pertmuan kmrn diawali dgn tangisnya.
Puji Tuhan, waktu di opname kemarin dan ditemukan penyakit lain yaitu radang panggul, penyakit tsb telah berhasil di atasi, sudah nga sakit lg katanya, Singkat cerita Beliau juga ngabarin kalo sedang hamil, ketahuan dari saat di opname tsb, kata dokter nga apa apa janinnya dipertahankan, pernah kejadian justru penyakit kista (or something like that yg bermslh di bag. Rahim) dpt sembuh alami karma keluar bersamaan dgn persalinan tanpa perlu susah2 melakukan operasi.
Ya Tuhan, dalam 1 hari aku mendapat kabar yg sangat bertolak belakang, ada yang pergi ada yang akan datang.
Malam hari yang harusnya mengikuti kebaktian penghiburan akhirnya harus datang telat karna bubaran gereja dan nebeng Pdt. Rudie yang harus melayani konseling dll, akhirnya sampai, menjelang perjlnan ke rumah duka, awalnya dadaku sesak serta kakiku seperti lemas tak bertenaga, ntah kenapa bisa begitu, mungkin akibat semakin aku memendam rasa antara sedih yang campur aduk tp berusaha untuk tampil normal, akhirnya malah jd gitu.
Begitu melihat peti jenajah dan melihat dari jarak 1 mtr dgn kain putih yang menutupi jasad Beliau, ku nga bisa lihat jelas wajahnya, hanya terbaring tubuh orang yang aku sayang terbujur kaku, tidak bisa bergerak apalagi berkata kata, ingin rasanya aku melompat dan berteriak, menyapa serta memanggilnya, melihat senyumnya, sapaannya dan tawanya, Disaat itu jatuh juga air mataku yang sudah kucoba pertahankan spy tdk tumpah, apalagi di saat salah satu keluarganya berkata : “ Terimakasih yah Yul, sudah temenin mama dulu “ Beberapa teman tampak heran, mungkin mrk tidak tau kalo aku pernah kenal beliau, mrk kira aku sama seperti mereka hanya melayat orangtua teman yang meninggal. K
Ketika hendak pulang, ku sempatkan lg melihat ke peti, disana ada2 anaknya , nangis dgn linangan air mata, kain putih yg menutupi disingkap, maka aku bisa melihat dgn jelas, sejelas jelasnya sekarang, Oh… Tante TERSENYUM, iya … JELAS sekali, benar2 tersenyum sampai ku kira Cuma halusinasiku aja, lagi dan lagi ku perhatikan dgn seksama, IYA , beliau TERSENYUM , air mataku serasa langsung menguap ntah kemana, ku balas senyumnya dan berkata dlm hati : Tante Yuli datang , maafkan Yuli tante,baru bisa temuin tante sekarang, aku janji nga akan sedih dan nangis, tante pasti sudah bahagia dan senang disana, tante pasti nga mau aku nangis dan sedih.
Ku salami kedua anaknya sebagai ucapan bela sungkawa, sesaat sebelum meninggalkan rumah duka, ku genggam tangan dan kubelai lembut rambutnya, Selamat Jalan tante, I love you. Kemudian ku putuskan tidak menghadiri pemakamannya, karna tak yakin akan berdiri dengan tegar. J
Jika dulu berharap2 bisa bertemu kembali sekarang sudah tidak perlu lagi, bisa berdoa pada Tuhan, sampaikan salamku pd Beliau ( Kayak lagu ya… ). Aku nga bisa janji takkan pernah nangis dan sedih,setiap kepergian dan kehilangan sesorang yang kita sayang akan menorehkan luka yang dalam, kenangan yg pernah di lalui bersama tak bisa serta merta terlupa. Walau ada yang meragukan serta merasa aneh dengan persahabatan kami, only GOD dan kami saja yang tau, bgmana rasa sayang itu tumbuh tanpa ada paksaan dan kepalsuan apalagi kepura2an.
Tante, tante akan selalu menjadi salah satu kenangan yang terindah dlm hidupku, aku byk belajar dari tante tentang hidup ini, rasa sayangmu, candaanmu, senyum dan tawamu akan selalu ku rindu.
Calon anak ke empat Mas Anto & Mbak Irene, Selamat betumbuh dan berkembang dalam rahim ibumu, hingga kau siap terlahir kedunia yang fana ini, jangan pernah takut dan gentar, setiap hidup adalah berharga dimata Tuhan, selalu ada janji dan harapan, asal kita selalu mau bergantung dan berserah padaNYA.
Doa : Tuhan, ada yang pergi ada yang akan datang, yang pergi sudah selesaikan tugasnya di dunia ini, yang akan datang sudah Tuhan rajut dan pelihara dlm rahim ibunya, Yang sudah ada didunia ini sedang berjuang dalam perangnya masing2. Engkau menguasai masa lalu, sekarang dan akan datang, maka dari itu aku mengucap syukur, Ampuni jika pernah dan selalu mau jalan dikehendakku, bukan kehendakMU, jika Bapa didunia tau apa yang baik bagi anaknya, masakan Bapa di surga tidak? Apapun yang sudah Tuhan injinkan terjadi dlm hidupku.