Archive for November, 2006

Jangan “LIHAT” Manusia

Sunday, November 26th, 2006

Singkat saja…

Setelah melalui perenungan topik ini [Didalam pelayanan & hidup bergereja jangan lihat/pandang manusia] sekian lama.. jaman masih pakek rok abu abu kali yeee.. sampai dengan tadi di perjlanan pulang gereja, kebetulan bareng2 teman dan pas ngebahas topik ini setelah sebelumnya kita org ngebahas soal diketemukannya segelintir org yg ada di seputaran sbg pelayan gereja tp tdk bagus sikap,tingkah laku ,dll = kerohanian jeblok = hanya dipermukaan tok!

Ketika ku keluarkan kalimat "SAKTI" : Makanya… jangan pandang manusia… ntar KECEWA.

Semua pada idem…

Trus aku nambahin : Tapi… biar kata udah tahu jangan pandang manusia, tetap aja pas diperhadapkan dengan situasi dan kondisi kitanya akan tetap kecewa!

Lagi-lagi semuanya setuju… Tidak ada bantahan

But, aku masih simpan 1 kalimat lagi : Rasa takjub dan kekagetan serta ketidaksiapan menghadapi kenyataan tsb jauh lebih mematikan dari sekedar kecewa dan sakit hati.

Apa hendak di kata kecuali belajar mengampuni, belajar instropeksi diri, berdoa dan mengamini serta meyakini kalimat : Jangan pandang manusia tp pandanglah Tuhan.

Serta 1 Yohanes 4:17-21, Jangan sampai krn menuai kekecewaan dan sakit hati akhirnya kita tidak memenuhi atau melanggar apa yang Tuhan inginkan dan Tuhan Ingatkan dalam ayat-ayat tsb.

Berat… berat…

Saya pribadi masih berjuang untuk bangun dari ‘mati suri’ saya akibat ‘STROKE’ gak siap hadapai keterkejutan yang TIBA-TIBA. And Only JESUS CHRIST can save me from this pain.

Pusat khotbah Dunia

Thursday, November 23rd, 2006

Dari Email….

———-

Mother Teresa berkata bahwa: The preaching point is not where the meeting point is. Maksudnya, poin dari khotbah bukan ada di tempat pertemuan. Lalu dimana? Poin khotbah itu kelihatan nyata pada waktu kamu liat sapu dan langsung bertindak jika melihat lantai kotor, katanya. Ini satu hal yang sangat sederhana tetapi jelas menunjukkan poin kehidupan.

Pada waktu ada seseorang meminta agar saya menjadi mentornya, dia mungkin mengharapkan saya untuk mengajari bagaimana cara berkhotbah, bagaimana cara berdoa, bagaimana memiliki iman, dsb. Lalu, saat dia mulai masuk “sekolah” awal di rumah saya, saya memberikan ember, siap mengepel lantai, menyikat WC, mencuci mobil, memasak. Kemudian saya berpesan dengan serius: jika semua pekerjaan sudah selesai, kalian harus berdoa dan baca Firman, karena saya membuat investasi terbesar dalam hidup kalian melalui waktu untuk dekat dengan Tuhan dan mencari wajah-Nya.

Berhari-hari hanya itu saja yang saya perintahkan untuk dilakukan sampai berbulan-bulan atau mungkin sampai bertahun-tahun sebelum mereka masuk ke “pelayanan yang sesungguhnya” yang mereka dambakan, yaitu mimbar.

Saya tahu mereka bosan, mengeluh dalam hati dan merasa diperlakukan tidak layak. menej keuangan dalam keadaan kepepet, bagaimana memiliki daya juang tinggi karena tidak ada seorang pun yang diharapkan, bagaimana bergumul dengan Tuhan sampai Dia menjawab. Dannnn, dari semua perjuangan yang dilalui dengan airmata itulah Tuhan baru sanggup membawa saya berdiri di mimbar-mimbar.

Kami tidak menghitung berapa saja e-mail yang masuk meminta untuk bergabung dalam pelayanan kami. Pelayanan ini bukan pelayanan favorit, pelayanan ini bukan pelayan bergengsi. Kami tidak menyediakan luxury, kami tidak menyediakan menu mahal, kami tidak mengajar bagaimana menjadi orator terkenal. Kami mengajar kerendahan hati, kami mengerat carang-carang kumal, kami memotong kebiasaan-kebiasaan yang menghalangi pertumbuhan, kami tidak menampilkan kemewahan, kami hidup sederhana – kami mengikuti jalan Kristus.

Pada waktu Yesus kelelahan, Dia tidak mungkin mencuci pakaian-Nya, murid-muridnyalah yang membereskan semuanya. Pada saat Yesus kelelahan karena perjalanan jauh, murid-muridnyalah yang membelikan makanan, sementara Dia ngadem di sumur, deket air. Pada waktu Yesus kehabisan roti, Dia meminta murid-murid-Nya mencari. Pada waktu Yesus butuh tempat ibadah, disuruhnyalah mereka mencari sebuah tempat dan berbicara kepada pemiliknya. Pada waktu Yesus butuh transportasi, murid-muridnyalah yang mencarikan keledai tertambat. Pada waktu Yesus butuh uang untuk membayar pajak, Petrus pergi memancing.

Tetapi, Dia telah mengajar mereka semuanya jalan untuk menjadi yang terbesar, yaitu dimulai dari perjalanan seorang hamba. Dia mengajar, Dia menemani, Dia membimbing, Dia membalut, Dia memberi keteladanan. Dia sudah melalui semuanya; Dia merupakan teladan terbesar, Dia membasuh kaki murid-murid-Nya dan mati bagi mereka.

Poin kekristenan bukan saat kita berada di hadapan banyak orang, bukan pada saat kita tampil dengan jas atau gaun meyakinkan. Kekristenan adalah perjalanan hidup sehari-hari. Kekristenan ditunjukkan lewat kehidupan antar sesama, dalam pekerjaan, dalam lingkungan, menghadapi orang-orang yang berlaku kasar terhadap kita, menghadapi orang-orang yang tidak tahu diri, menghadapi realita kehidupan rutin yang sepertinya kecil artinya. Kekristenan adalah perjalanan sehari-hari yang akan menentukan akhir dari perjuangan kita. Perjuangan akhir sering ditentukan oleh perjuangan sehari-hari dan kesetiaan dari waktu ke waktu sampai kesudahan.

Pada akhir-akhir karir hidup Yusuf, Alkitab menuliskan bahwa dia mengajar tua-tua, pembesar-pembesar sekehendak hatinya (Mazmur 105). Dia menjalankan sistim kenegaraan Mesir sekehendak hatinya, semua sistim pemerintahan ada di bawah pimpinannya. Tetapi, apakah dia langsung berada disana? Dia harus melewati airmata, menjalankan kehidupan perbudakan, dianiaya, difitnah, dimasukkan penjara, diperlakukan tidak adil selama 13 tahun. Dia harus dimurnikan lewat api; bahan-bahan murah lainnya yang tidak berguna dan tidak berharga disingkirkan dulu lewat api yang panas.

Jika Allah mau membentuk orang pilihan-Nya, Dia tidak memulainya dengan cara menimbuni uang, langsung menduduki posisi tinggi, atau dengan prestige. Dia memulainya dari kerendahan hati, ketulusan motivasi, pembentukkan hati; barulah Dia menampilkan ke permukaan, karena layak dipakai sebagai alat-Nya, dipandang layak untuk maksud-maksud mulia (2 Timotius 2:20-21).

Ada yang kabur karena tidak tidur di ruang AC, ada yang tidak tahan karena tidak mendapatkan mobil, ada yang lari karena merasa mendapatkan uang yang kurang cukup. Tetapi kami tidak dapat memulai dari mimbar, kami harus memulai dari WC, dari dapur, dari daerah ketidaknyamanan mereka – yang dimana saya sudah melaluinya selama bertahun-tahun dengan airmata. Dari sana saya tahu bagian mana yang harus dibersihkan, yang mana yang harus dibereskan, mana yang harus dirapikan, bagaimana me

Gua gak bisa!!!

Saturday, November 18th, 2006

Menyebalkan…

Cuma kata itu yang tepat menggambarkan apa yang gua rasa! Dikasih hati minta jantung udah biasa kita dengar… nah ini… belum juga dikasih hati ehh dah minta nyawa kayaknya!

Pokoknya gua gak bisa! GAK BISA…… !!! Jangan paksa gua … kecuali mau buat gua mati berdiri!!! Duh… perasaan gua biasa2 aja deh… napa jadi malah sok perhatian gitu sih? ih… lebih2 pacar… lebih2 suami kayaknya… Ugh…

Kata orang2 cewe itu lebih mudah mencintai… dan lebih baik dicintai drpd mencintai… gua GAK PERCAYA. Makan aja harus pakai lapar dan selera dulu… gmn yang namanya urusan masa depan pakai pejem mata dan mati rasa ?Pokoknya gak bisa!

Dan jangan paksa gua… bodo amat deh bilang gua jutek dan gak hargai… drpd gua muntah di depan matanya? drpd gua mati kaku berdiri saking gak tahannya? Biasa aja napa sih…. ya ampun…. tolong……!!

Sekali nggak tetep nggak, kalo mo jadi teman hayoook tp gak ada embel2 ngasih perhatian… ato gua kudu kasih laporan udah pulang apa belum de el el de el el!

Help………

Masa sih tuh anak harus kena damprat gua?

Capee deh….

Jatuh cinta berkali kali

Monday, November 13th, 2006

Beberapa hari yang lalu di shoutout FS aku post 2 bait lagunya ADA BAND yang berjudul " Haruskah ku mati " yaitu : Haruskah ku mati karena mu, terkubur dalam kesedihan sepanjang waktu, Haruskah ku relakan hidup, hanya demi cinta yang mungkin bisa membunuhku.

Itu adalah bagian reffnya sebenarnya masih ada lanjutannya yang kusuka… karena liriknya sangat pas dengan nadanya, yaitu :  Hentikan denyut nadi  jantungku.. Tanpa kau tau betapa suci hatiku untuk memilikimu.

Dan seperti yang bisa diduga pasti ada yang protes , huhu..hu… cedihnya.. Ntah kenapa sukaaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget dengan nada dan refrein lagu ini… mungkin kata2nya ngepas kale…. jd nancep gitu… ^0^ mana pernah denger lagu ini live dgn org yg dituju lagi… aw aw aww… capa tuh?? hiehehie… tp sayangnya ADA BAND juga nyanyiin lagu dengan judul : Pura-pura cinta , alamak kenapa jd begini??? *Gubrak*

But, this blog not talk about this Guy or about this song, but i wanna talk about My friend who tell me about Fallin love and someone i’ll find ( someday? ) when He think i am so upset about Love … hiks hiks… and he must help me … or maybe just open my mind ( my eyes? ) or maybe cheers me Up.

Di Msgnya FS dia menulis kira2 begini ( malas buka msg hanya untuk melihat dgn pasti kalimat yg ditulis =) heheh.. ) : Jatuh cinta berkali-kali itu biasa… tp bukan berarti harus mengorbankan hidup bagi org yang salah ( salah jika sama kita maksudne ). Hmm.mm… jujur kalimat ini cukup menarik perhatian dan sempat di renung2i sepanjang hari ini ^0^ ybs kalo baca blog ini pasti senyum2 bangga, hueee…. dacallllllll :P

Jatuh cinta berkali-kali itu biasa… tp jangan korbankan hidup yang cuma sekali ini dengan org yang salah/tidak tepat. Yah kalo teori sih emang tau… hidup cuma sekali… jatuh cinta itu gak dosa…  hidup gak boleh disia sia in bla bla bla…

Aku boleh dibilang termasuk orang yang susah susah gampang untuk jatuh cinta… dan akupun termsuk orang yang susah susah gampang untuk di cintai, nah loh.. ? bingungkan? hehe… akibat susah susah gampang itu lah akhirnya jika harus pisah dgn org yang sudah terlanjur aku sayangi  aku juga jd susah susah gampang… duh sebal banget kalo sudah begini…

Jika tidak salah menebak… org yang bisa mengungkapkan kalimat seperti yg ada di msgku serta org yg bisa tertarik dgn kalimat tsb ( seperti aku ) pastilah org yang pernah setidaknya mengalami yg namanya jatuh bangun dlm hal percintaan… pernah ngalamin yang namanya bertemu kemudian harus berpisah… yang pernah ngalamin sakitnya ditinggal/ditolak  tp kemudian ketika semua berjln normal dan dia melihat kebelakang… ah.. mengapa dulu bisa begitu norak bin jijay? kehilangan sesorg yg disayang menjadi begitu realistis… sakit memang tp ntah knp kemudian bisa berkata dlm hati kpd diri sendiri bahwa tenang saja… semua akan kmb baik2 saja… dunia blm runtuh kok… jika dulu pernah bangkit mengapa yang kali ini tidak? tp jangan heran juga walau demikian rasanya lelah jika harus berpisah lagi…

Sangat mungkin diluar sana ada kesempatan yg jauh lbh baik buat kita, atau justru yg sudah ada didekat kita hanya saja selama ini kurang terperhatikan hahaha… mungkin saja…  ya mungkin saja… tp kata siapa kita ini HARUS punya pasangan? jika memang belum nemu apa emang harus dipaksa demi di status berubah menjadi In relationship? nekat ambil resiko jln dengan yang tak dicinta? emang sih gak kenyang makan cinta? tp kalo gak ada cinta? gmn melekatnya? dmn geregetnya? yang ada ntar malah garing… lgan bego banget… ngorbanin hidup hanya demi kelihatan ‘normal’ didepan msy.

Kalimat di MSg itu mungkin juga sebuah penghiburan… acapkali org or gua deh merasa putus asa… salah apa ya? kok ya jatuh cinta dengan org yang salah melulu or diwaktu yg gak tepat melulu? Thanks man… bnr sih lumayan menghibur… ibaratnya mau bilang jatuh cinta itu biasa… bisa saja itu hanya cuma sekedar suka… tertarik … kagum… dan bukan benar2 CINTA/SAYANG yang sesungguhnya… so never give up… jika itu harus buyar… lama2 pudar… lama2 mati rasa… lama2 ditinggal pergi… dll

Ntar kalo udah klop… mau yang 1 gede di gunung… yang atuk lagi gede di laut… bisaaaaaaaaaaaa aja nemu… itu sih kata2 org bijak… ahahaha…

Anyway thanks to all my friends yang udah perhatian ama aku… yang care ama aku… yang gak boleh dikitpun liat statusku di YM or di Shoutout agak2 ‘aneh’ dikit… heheh pasti di tanyain… di godain… diceramahin… cuma aku mau pesan aja about Haruskah ku mati itu ( yang juga jd nada tunggu HP ku ^0^ ) jangan terlalu hiperbola menanggapinya…

Habis semua selalu komen kasarnya gini : Masak sih lu mau mati bla bla … busyettttttttttt dahhh…. gak bisa bhs indonesia apa? Udah jelas2 disitu dimulai dengan kata Haruskah??? haruskah??? bukan Aku mau mati… , sebenarnya itu adalah pertanyaan yg sesungguhnya adalah pertanyaan yang tdk membutuhkan jawaban , WHY? kalo jwbnya HARUS , ya jelas ORANG kayak gitu layak di tendang ke laut… ngapain mati buat dia….?? kalo jwbnnya TIDAK, so what gitu loh? ceritanya ya jd panjang dan lain… bisa happy ending… or dsb.

So Friends…  walau kadang gondok tapi aku sangat menghargai ‘jerih lelah’ kalian yg pasti senang nemu celah buat omelin aku ( soalnya aku yg sering ngomelin hahaha… )

Tiba2 ingat Om Don Hasman… umur 60an thn gitu pengalaman berpetualangnya sudah bejibun… mirip kayak Pak Tong… hanya saja kalo Om DOn lbh ke oalahraga ( Sepeda/naik gunng ) dan Photography ( jurnalistik, landscape ) serta traveling dong tentunya… lah ke Baduy bisa 2 minggu sekali?!!???… naik cepeda Jkt- Puncak lbh dr 200x? naik hampir semua gunung di Indo dan beberapa di dunia termsk Mount everest walau gak sampai puncak… habis muahal bok… kalo mau sampai puncak , udah gitu kesempatan bisa turun hdp2 juga tipis… =(

Nah kalo umur 27thn begini sudah upset dan mau mengakhiri hidup hanya demi cinta yang belum tentu berbalas or blm tentu cinta sejati… malu dong ama Om DOn ama Pak Tong… masih muda kok hambur2i hidup… yang tua malah berlomba2 memaksimalkan sisa waktu yg tersedia.

Blog ini akan aku tutup dengan kalimat : Memandang hidup tdk boleh sepotong kecil saja… tp harus bisa melihat sepapan puzzle dengan puzzle2 yang msh blm berada pd posisinya… dan berjuang untuk semaksimal mungkin merapikan dan menyelesaikan semuanya dgn tuntas… :)

Matius 5:4, Berbahagialah… ( Sana buka sendiri kalo gak hafal… ) :P

Liputan Hunting Syukuran Mas Anto & Kotak amal Dek Iksan

Friday, November 10th, 2006

Minggu yang lalu tepatnya tanggal 5 Nov 2006 sesuai dengan scedule yang sudah ditentukan, telah dilaksanakan Hunting syukuran Mas Anto dan Kotak amak untuk Dek Iksan di Pelataran Museum Fatahila dan sekitarnya.

Acara di hadiri kurang lebih 60 Fotografer dari berbagai penjuru Jakarta dan sekitarnya…

Untuk liputan lengkap beserta foto dapat disimak di Forum Fotografer.net ini

Thanks for GOD and all of my friends… luv u …

Keluarga1 Blokjln_1 ya